25 Jan 2009
Alone At Night
Aku mulai untuk mencurahkan perasaanku lagi malam ini padamu blog. Aku nggak bisa tidur dan pikiranku kacau. Sambil sekali-kali memandang tidurnya, aku ingin sekali berada disampingnya seperti malam-malam biasanya. Bahkan aku ingin ada dalam pelukannya dan menciumi pipi, kening, hidung dan bibirnya. Tapi sepertinya dia kecapekan dan harus istirahat. Yah... karena ini memang waktunya istirahat. Sudah pukul 04.15 WIB di jam laptopkku.
...I can’t stand up once again, i make it through the rain...
Itulah sepotong lagu yang sedang kudengarkan dari Mariah Carey yang judulnya Through The Rain. Aku suka sekali dengan lagu itu sejak aku SMA, tapi aku sudah sangat lama tidak mendengarkannya. Baru kali ini aku bisa mendengarkannya lagi.
Aku rindu kucingku Bobow. Miss u so much much much more Bobow. Oh God... i’m very sadly... i want to meet with My Bobow...... Aku sangat merindukannya.
Btw,,, lagunya BCL yang judulnya Yang Lalu Biarlah Berlalu sedih banget euy... hikz... hikz... Tapi pikiranku hanya tertuju ke Bobow dan sosok orang yang kusayangi yang ada dihadapanku saat ini. Sedang tertidur pulas dengan bantal diatas mukanya. Sampai aku pun tidak bisa menatap wajahnya. “kenapa harus ditutup seperti itu sih sayang... aku jadi tidak bisa melihat wajahmu... L”. Aku hanya lagi fallin down. Lagi pengen diperhatikan dan pengen dimanja. Mungkin aku orang yang terlalu cengeng dan over egois. Ingin semua orang mengerti aku tanpa aku harus mengerti orang lain.
“Sayang... malam ini aku ada bersamamu. Tapi kenapa aku merasakan aku jauh darimu. Sepertinya aku tetap sendiri seperti biasanya tanpa ada kamu. Apa kamu tidak ingin membelai rambutku, mengelus pipiku dan memanja-manjakan aku, aku disini tidak selamanya sayang... tidakkah kamu mau memanfaatkan setiap detik waktu bersamaku...”
Aku ingin Bobow. Aku ingin Bobow. Aku ingin Bobow.
Oh God, help me. Bagaimana bisa aku bertemu dan mencium Bobow saat ini juga. Aku benar-benar merindukannya. Apalagi disaat-saat aku fallin down seperti ini. Bobow......... hikz hikz..... “bobow rindu aku nggak ya...”
Yang aku harapkan hanya sosok yang aku sayangi saat ini untuk menemaniku. Tapi dia baru selesai sakit kemaren sore. Jadi mana mungkin aku banguni dia dan memintanya untuk menemaniku. Aku hanya bisa ditemani oleh laptop dan headsetku serta lagu-lagu melow yang membuat aku semakin sedih dan semakin merasa sendiri. Hanya itu yang bisa menemaniku tanpa mengganggu tidurnya. Padahal tidak seharusnya aku menitikkan air mata karena itu semua.
Oke... aku akan berhenti mengetik pagi ini. Tapi aku lanjut dengan ‘Game Hidden’ku biar aku nggak kesepian. Bye all...
By : LoVa
Date : 2009 Jan 24 / 05.00 WIB
...I can’t stand up once again, i make it through the rain...
Itulah sepotong lagu yang sedang kudengarkan dari Mariah Carey yang judulnya Through The Rain. Aku suka sekali dengan lagu itu sejak aku SMA, tapi aku sudah sangat lama tidak mendengarkannya. Baru kali ini aku bisa mendengarkannya lagi.
Aku rindu kucingku Bobow. Miss u so much much much more Bobow. Oh God... i’m very sadly... i want to meet with My Bobow...... Aku sangat merindukannya.
Btw,,, lagunya BCL yang judulnya Yang Lalu Biarlah Berlalu sedih banget euy... hikz... hikz... Tapi pikiranku hanya tertuju ke Bobow dan sosok orang yang kusayangi yang ada dihadapanku saat ini. Sedang tertidur pulas dengan bantal diatas mukanya. Sampai aku pun tidak bisa menatap wajahnya. “kenapa harus ditutup seperti itu sih sayang... aku jadi tidak bisa melihat wajahmu... L”. Aku hanya lagi fallin down. Lagi pengen diperhatikan dan pengen dimanja. Mungkin aku orang yang terlalu cengeng dan over egois. Ingin semua orang mengerti aku tanpa aku harus mengerti orang lain.
“Sayang... malam ini aku ada bersamamu. Tapi kenapa aku merasakan aku jauh darimu. Sepertinya aku tetap sendiri seperti biasanya tanpa ada kamu. Apa kamu tidak ingin membelai rambutku, mengelus pipiku dan memanja-manjakan aku, aku disini tidak selamanya sayang... tidakkah kamu mau memanfaatkan setiap detik waktu bersamaku...”
Aku ingin Bobow. Aku ingin Bobow. Aku ingin Bobow.
Oh God, help me. Bagaimana bisa aku bertemu dan mencium Bobow saat ini juga. Aku benar-benar merindukannya. Apalagi disaat-saat aku fallin down seperti ini. Bobow......... hikz hikz..... “bobow rindu aku nggak ya...”
Yang aku harapkan hanya sosok yang aku sayangi saat ini untuk menemaniku. Tapi dia baru selesai sakit kemaren sore. Jadi mana mungkin aku banguni dia dan memintanya untuk menemaniku. Aku hanya bisa ditemani oleh laptop dan headsetku serta lagu-lagu melow yang membuat aku semakin sedih dan semakin merasa sendiri. Hanya itu yang bisa menemaniku tanpa mengganggu tidurnya. Padahal tidak seharusnya aku menitikkan air mata karena itu semua.
Oke... aku akan berhenti mengetik pagi ini. Tapi aku lanjut dengan ‘Game Hidden’ku biar aku nggak kesepian. Bye all...
By : LoVa
Date : 2009 Jan 24 / 05.00 WIB
12 Jan 2009
Hidup Adalah Tentang Membuat Kesalahan
Tidak peduli dengan apa yang terjadi dimasa depan, kita tidak akan menyangkal perasaan kita. Suatu hari nanti, kita akan bisa berkata dengan lantang dan bangga...
Aku tidak menyalahkan orang lain, tidak perlu alasan lain untuk menjadi dirku sendiri. Aku adalah apa yang sedang aku rasakan.
Tidak peduli seberapa goyahnya aku, tidak peduli seberapa sakitnya aku. Aku tidak perlu pelindung yang kuat lagi. Karena aku percaya bahwa dengan menjadi diriku sendiri sudah cukup untuk melindungiku dari yang lainnya.
-Hidup adalah Tentang Membuat Kesalahan-
9 Jan 2009
Hujan Gerimis
Pagi ini aku bergegas untuk pergi mencari makan dan membayar tagihan listrik. Usai mandi dan berdandan seperti biasanya, tiba-tiba ponselku berbunyi. Ternyata temanku “W” yang menelponku.
Aku : Ya...
W : Lagi ngapain loe?
Aku : Baru selesai mandi. Kenapa?
W : Ntar keluar yuk, temenin gw cari boneka sekalian makan. Bisa nggak?
Aku : Oh, ya udah. 1 jam lagi gw jemput loe ya, soalnya gw mau maen game dulu. Heheheee...
Setelah pembicaraan ditelpon itu, aku langsung menyalakan laptopku dan menyambung koneksi internet ke ponselku. Aku langsung membuka website yang aku tujukan dan mulai dengan permainanku disana. *Baru punya hobby baru nih,,,heheee...
Aku : Ya...
W : Lagi ngapain loe?
Aku : Baru selesai mandi. Kenapa?
W : Ntar keluar yuk, temenin gw cari boneka sekalian makan. Bisa nggak?
Aku : Oh, ya udah. 1 jam lagi gw jemput loe ya, soalnya gw mau maen game dulu. Heheheee...
Setelah pembicaraan ditelpon itu, aku langsung menyalakan laptopku dan menyambung koneksi internet ke ponselku. Aku langsung membuka website yang aku tujukan dan mulai dengan permainanku disana. *Baru punya hobby baru nih,,,heheee...
Tidak terasa sudah 1 jam lebih aku bermain, ponselku berbunyi lagi dan aku yakin itu pasti temanku tadi yang akan mengingatkan aku.
Aku : Ya say...
W : Jadi nggak kita pergi?
Aku : Jadi donk, bentar ya gw pake baju dulu...
W : Halah... jadi dari tadi loe nggak pake baju nyet?
Aku : Bawel loe...!!!
W : Eh say, jangan lupa bawa kaset DVD kemaren yang udah loe tonton itu ya...
Aku : Ya ya yaaaa....
Aku buru-buru memakai bajuku dan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk kaset DVD yang aku pinjam beberapa hari yang lalu. Mulai menelusuri jalan yang lumayan panas, pengen buru-buru sampe ketempat kerjanya temenku. 15 menit aku baru tiba ditempat temanku dan kita langsung beranjak dari sana untuk mencari makan. Sesampainya ditempat makan, kita memesan makanan kita masing-masing dan tak banyak yang kita bicarakan, karena temenku itu sibuk dengan sms-smsnya dengan gebetan barunya. Usai makan kita memutuskan untuk pergi kesalah satu mall yang ada dikotaku ini untuk mencari boneka. Tidak lama kita berputar-putar, ketemulah boneka yang lucu dan membuatkita selalu tertawa melihatnya dan temanku memutuskan untuk membelinya dan memberikannya kepada calon pacarnya itu. Lalu kita hangout sebentar kemudian langsung pulang ketempat kerja temanku itu.
Disana kami hanya menonton DVD yang sudah kutonton sebelumnya. Temanku itu pun nonton sambil sibuk ber-sms ria dengan gebetan barunya itu. Tiba-tiba saja hujan...
Aku : Ujaaaan??? *teriakku*
W : ya udah lho, kalo ujan kita disini sampe reda.
Aku : *aku hanya diam sambil mikir seandainya ujannya reda 2-3jam lagi gimana??? oh my God -_-“
Sekitar 1 jam kemudian, ujan sedikit reda. Aku dan W nekad menempuh gerimis-gerimis itu. Toh gerimisnya nggak kuat kok. Tapiii... baru berapa meter dari kantor temanku, gerimisnya makin kuat dan kita mencari tempat berteduh. Dan aku mengajak temanku untuk singgah ke Bakso Ayam sekalian makan malam. Disini kita lumayan banyak bercerita dibanding sejak tadi kita berdua. Mulai bercerita tentang gebetannya itu dan aku bercerita tentang hatiku yang deg-degan sebentar lagi akan bertemu dengan pacarku. Hehehe...
Tapi lari dari pembicaraan itu, kita membicarakan tentang pertengkaranku dengan orang tuaku disaat aku berhubungan dengan mantanku dulu. Lalu kita berdua membahas tentang dunia kita.
W : Trus loe sekarang udah siap kalo bonyok loe tau loe ga bakal merit?
Aku : Dibilang siap sih nggak, tapi... ntahlah...
W : Suatu saat loe pasti disuruh merit, loe punya alasan apa?
Aku : Nggak maulah, n gw nggak mau dipaksa. Yang mau merit kan gw, jadi suka-suka gw donk mw merit atau nggak. Dah gitu juga gw mau ngejar karir dulu lah, sampe gw buka tempat kerja sendiri.
W : Trus, kalo semua udah tercapai? Alasan apa lagi?
Aku : Ntahlah. Biarkan waktu yang menjawab. Gw hanya bisa berusaha untuk mempertahankan apa yang sekarang udah gw miliki. wqwqq.....
W : Jadi nggak kita pergi?
Aku : Jadi donk, bentar ya gw pake baju dulu...
W : Halah... jadi dari tadi loe nggak pake baju nyet?
Aku : Bawel loe...!!!
W : Eh say, jangan lupa bawa kaset DVD kemaren yang udah loe tonton itu ya...
Aku : Ya ya yaaaa....
Aku buru-buru memakai bajuku dan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk kaset DVD yang aku pinjam beberapa hari yang lalu. Mulai menelusuri jalan yang lumayan panas, pengen buru-buru sampe ketempat kerjanya temenku. 15 menit aku baru tiba ditempat temanku dan kita langsung beranjak dari sana untuk mencari makan. Sesampainya ditempat makan, kita memesan makanan kita masing-masing dan tak banyak yang kita bicarakan, karena temenku itu sibuk dengan sms-smsnya dengan gebetan barunya. Usai makan kita memutuskan untuk pergi kesalah satu mall yang ada dikotaku ini untuk mencari boneka. Tidak lama kita berputar-putar, ketemulah boneka yang lucu dan membuatkita selalu tertawa melihatnya dan temanku memutuskan untuk membelinya dan memberikannya kepada calon pacarnya itu. Lalu kita hangout sebentar kemudian langsung pulang ketempat kerja temanku itu.
Disana kami hanya menonton DVD yang sudah kutonton sebelumnya. Temanku itu pun nonton sambil sibuk ber-sms ria dengan gebetan barunya itu. Tiba-tiba saja hujan...
Aku : Ujaaaan??? *teriakku*
W : ya udah lho, kalo ujan kita disini sampe reda.
Aku : *aku hanya diam sambil mikir seandainya ujannya reda 2-3jam lagi gimana??? oh my God -_-“
Sekitar 1 jam kemudian, ujan sedikit reda. Aku dan W nekad menempuh gerimis-gerimis itu. Toh gerimisnya nggak kuat kok. Tapiii... baru berapa meter dari kantor temanku, gerimisnya makin kuat dan kita mencari tempat berteduh. Dan aku mengajak temanku untuk singgah ke Bakso Ayam sekalian makan malam. Disini kita lumayan banyak bercerita dibanding sejak tadi kita berdua. Mulai bercerita tentang gebetannya itu dan aku bercerita tentang hatiku yang deg-degan sebentar lagi akan bertemu dengan pacarku. Hehehe...
Tapi lari dari pembicaraan itu, kita membicarakan tentang pertengkaranku dengan orang tuaku disaat aku berhubungan dengan mantanku dulu. Lalu kita berdua membahas tentang dunia kita.
W : Trus loe sekarang udah siap kalo bonyok loe tau loe ga bakal merit?
Aku : Dibilang siap sih nggak, tapi... ntahlah...
W : Suatu saat loe pasti disuruh merit, loe punya alasan apa?
Aku : Nggak maulah, n gw nggak mau dipaksa. Yang mau merit kan gw, jadi suka-suka gw donk mw merit atau nggak. Dah gitu juga gw mau ngejar karir dulu lah, sampe gw buka tempat kerja sendiri.
W : Trus, kalo semua udah tercapai? Alasan apa lagi?
Aku : Ntahlah. Biarkan waktu yang menjawab. Gw hanya bisa berusaha untuk mempertahankan apa yang sekarang udah gw miliki. wqwqq.....
Lalu, kita berdua sama-sama diam.
Aku : Ayo, ujan sudah reda lagi.
W : Yuk, kita cabut.
Tapi setibanya diluar, ujannya kembali lagi. Kita berdua bingung mau ngapain dan akhirnya aku mengajak temanku itu mandi hujan dan kita menempuh hujan itu. Diperjalanan aku dan temanku sempat bercerita-cerita konyol dan kita berdua tertawa-tawa sampe nggak kerasa kita sampailah dikos temanku ini.
Aku : Ayo, ujan sudah reda lagi.
W : Yuk, kita cabut.
Tapi setibanya diluar, ujannya kembali lagi. Kita berdua bingung mau ngapain dan akhirnya aku mengajak temanku itu mandi hujan dan kita menempuh hujan itu. Diperjalanan aku dan temanku sempat bercerita-cerita konyol dan kita berdua tertawa-tawa sampe nggak kerasa kita sampailah dikos temanku ini.
Aku minta izin untuk langsung pulang dan aku menjalankan motorku seorang diri.
Aku mulai menelusuri jalan sepi itu disertai ujan yang lumayan deras... lumayan jauh juga perjalananku. Selama perjalanan aku memikirkan pembicaraanku tadi. Tapi pikiranku tentang masalah itu tiba-tiba berganti dengan sosok yang ada dihatiku saat ini, sosok yang bisa membuat aku tersenyum dan tetap menjalani hidupku seperti saat ini. Aku merindukannya, walaupun besok aku bertemu dengannya, tetap aja hati ini nggak sabar... Dan akupun bisa melupakan sejenak hal yang tadi kita bahas, biarlah waktu yang menjawab apakah aku bisa menghadapi semua ini bersama pasanganku. Tapi sebenarnya setiap orang sepertiku pasti mempunyai dilema yang sama untuk memilih keluarga ataupun jalan hidup sendiri.
Aku mulai menelusuri jalan sepi itu disertai ujan yang lumayan deras... lumayan jauh juga perjalananku. Selama perjalanan aku memikirkan pembicaraanku tadi. Tapi pikiranku tentang masalah itu tiba-tiba berganti dengan sosok yang ada dihatiku saat ini, sosok yang bisa membuat aku tersenyum dan tetap menjalani hidupku seperti saat ini. Aku merindukannya, walaupun besok aku bertemu dengannya, tetap aja hati ini nggak sabar... Dan akupun bisa melupakan sejenak hal yang tadi kita bahas, biarlah waktu yang menjawab apakah aku bisa menghadapi semua ini bersama pasanganku. Tapi sebenarnya setiap orang sepertiku pasti mempunyai dilema yang sama untuk memilih keluarga ataupun jalan hidup sendiri.
7 Jan 2009
Egois dan Posesif

Kembali hatiku perih dan pedih. Membaca dan mengulangi lagi untuk membaca cerita tentang dirinya dimasa dulu saat dia masih bersama pasangan-pasangannya. Salahkah aku mencari tau tetang dia, karena awal permulaan hubungan yang kita jalani ini begitu membuat aku penasaran untuk mengetahuinya. Kenapa sih hatiku ini, aku pun sebenarnya tidak ingin larut dalam keperihan hatiku ini. Tapi siapa yang bisa menghalang rasa sakit itu datang. Tidak aku, tidak kamu dan tidak siapapun.
Jadi... aku harus menyalahkan siapa???
Sebagai manusia yang sama seperti kalian semua, aku pun tidak ingin disalahkan jika aku dikatakan egois atau posesif. Tau apa mereka tentang posesif? Tau apa mereka tentang keegoisan? Sampai mereka bisa memvonis aku menjadi orang yang terlalu berlebihan dalam memperlakukan seseorang terutama pasanganku.
Setiap orang pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan mempunyai trik yang juga berbeda-beda. Aku tidak setuju jika seseorang yang belum bercermin pada dirinya sendiri sudah berani mengatakan orang lain yang belum tentu pantas untuk disebut demikian.
Mungkin keegoisan dan sikap sedikit posesif inilah yang membuat aku terus-terusan sakit hati jika melihat masa lalunya pada salah satu dari “her ex-lovely”. Seakan-akan aku tidak bisa sepertinya. Tidak bisa membuat pasanganku bahagia, betah bersamakku dan mencintaiku sama seperti dia mencintai kekasihnya yang dulu.
Ketakutan... Yah... benar. Mungkin ketakutanku terhadap hubungan ini agar tidak cepat berakhir dan hanya ingin untuk selamanya. Perasaan ketakutan itu yang membuat aku seperti ini. Mungkin... Hanya Tuhan yang bisa mengerti apa yang terjadi padaku, hanya Tuhan yang mengerti apa keinginanku. Bukan aku, bukan kamu, bukan dia dan bukan siapa-siapa.
Aku hanya berharap satu orang yang ada dihatiku saat ini mau mengerti sedikit saja tentangku dan keinginanku. Karena masalah terbesarku adalah susah untuk mengungkapkan keinginanku. Dengan cara mengungkapkan kesakitanku, dibalik itu ada keinginanku. Tapi aku tidak berani untuk mengungkapkan keinginanku itu. Betapa bodohnya aku. Walau sebenarnya aku sendiri sadar dan tidak menyukai kebiasaan itu. Sedikit saja dan aku akan mencoba.
Jadi... aku harus menyalahkan siapa???
Sebagai manusia yang sama seperti kalian semua, aku pun tidak ingin disalahkan jika aku dikatakan egois atau posesif. Tau apa mereka tentang posesif? Tau apa mereka tentang keegoisan? Sampai mereka bisa memvonis aku menjadi orang yang terlalu berlebihan dalam memperlakukan seseorang terutama pasanganku.
Setiap orang pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan mempunyai trik yang juga berbeda-beda. Aku tidak setuju jika seseorang yang belum bercermin pada dirinya sendiri sudah berani mengatakan orang lain yang belum tentu pantas untuk disebut demikian.
Mungkin keegoisan dan sikap sedikit posesif inilah yang membuat aku terus-terusan sakit hati jika melihat masa lalunya pada salah satu dari “her ex-lovely”. Seakan-akan aku tidak bisa sepertinya. Tidak bisa membuat pasanganku bahagia, betah bersamakku dan mencintaiku sama seperti dia mencintai kekasihnya yang dulu.
Ketakutan... Yah... benar. Mungkin ketakutanku terhadap hubungan ini agar tidak cepat berakhir dan hanya ingin untuk selamanya. Perasaan ketakutan itu yang membuat aku seperti ini. Mungkin... Hanya Tuhan yang bisa mengerti apa yang terjadi padaku, hanya Tuhan yang mengerti apa keinginanku. Bukan aku, bukan kamu, bukan dia dan bukan siapa-siapa.
Aku hanya berharap satu orang yang ada dihatiku saat ini mau mengerti sedikit saja tentangku dan keinginanku. Karena masalah terbesarku adalah susah untuk mengungkapkan keinginanku. Dengan cara mengungkapkan kesakitanku, dibalik itu ada keinginanku. Tapi aku tidak berani untuk mengungkapkan keinginanku itu. Betapa bodohnya aku. Walau sebenarnya aku sendiri sadar dan tidak menyukai kebiasaan itu. Sedikit saja dan aku akan mencoba.
6 Jan 2009
Kemunafik Itu Manusiawi
Masa lampau...
Masa yang sedang dijalani...
Masa yang akan datang...
Apa yang ada didalam pikiranmu saat engkau melihat kalimat itu? Akankah kamu merubah jalan kehidupanmu untuk mendapatkan apa yang engkau cita-citakan?
Manusia, manusia adalah jiwa-jiwa yang penuh dengan kemunafikan.
Siapa yang berani mengakui bahwa dirinya adalah seorang yang benar, tidak pernah berdusta dan tidak munafik?
Aku rasa tidak, tidak ada yang berani mengakuinya...
Aku,
Aku adalah salah seorang diantara kalian yang malu mengakui bahwa aku juga seorang yang munafik...
Walaupun kemunafikan itu mempunyai banyak alasan...
Namun tetap membuat hidup jarang menuju sesuatu yang dicita-citakan...
Aku bukanlah orang yang pantas untuk menghakimimu,
bukan kamu, dan bukan siapapun...
Percayakah engkau bahwa masa lalu yang suram, yang penuh dengan kepedihan
ada hubungannya dengan kemunafikan yang menjadi sifat setiap orang???
Saat ini,,, kita menjalani kehidupan yang penuh dengan rintangan
penuh dengan lika-liku pencobaan
yang kita sendiri tidak tau kapan semuanya berakhir
apakah berakhir sesuai dengan keinginan kita
ataupun membuat kita menyesalinya...
Masa yang akan datang dapat kita ubah menjadi lebih baik dari pada sekarang ini
tapi, yakinkah engkau akan hal itu?
Masa yang sedang dijalani...
Masa yang akan datang...
Apa yang ada didalam pikiranmu saat engkau melihat kalimat itu? Akankah kamu merubah jalan kehidupanmu untuk mendapatkan apa yang engkau cita-citakan?
Manusia, manusia adalah jiwa-jiwa yang penuh dengan kemunafikan.
Siapa yang berani mengakui bahwa dirinya adalah seorang yang benar, tidak pernah berdusta dan tidak munafik?
Aku rasa tidak, tidak ada yang berani mengakuinya...
Aku,
Aku adalah salah seorang diantara kalian yang malu mengakui bahwa aku juga seorang yang munafik...
Walaupun kemunafikan itu mempunyai banyak alasan...
Namun tetap membuat hidup jarang menuju sesuatu yang dicita-citakan...
Aku bukanlah orang yang pantas untuk menghakimimu,
bukan kamu, dan bukan siapapun...
Percayakah engkau bahwa masa lalu yang suram, yang penuh dengan kepedihan
ada hubungannya dengan kemunafikan yang menjadi sifat setiap orang???
Saat ini,,, kita menjalani kehidupan yang penuh dengan rintangan
penuh dengan lika-liku pencobaan
yang kita sendiri tidak tau kapan semuanya berakhir

apakah berakhir sesuai dengan keinginan kita
ataupun membuat kita menyesalinya...
Masa yang akan datang dapat kita ubah menjadi lebih baik dari pada sekarang ini
tapi, yakinkah engkau akan hal itu?
Langganan:
Komentar (Atom)