4 Jun 2009

Bisnis Yang Sesungguhnya

Berbagai macam bisnis-bisnis internet yang dihadapkan didepan Anda semua.
Hanya Anda yang pantas untuk memilih yang mana yang terbaik yang tidak akan merugikan Anda.

Bagaimana caranya???
* Calon sponsor ataupun Upline Anda bisa Anda hubungi langsung (via telp/sms/email).
* Setiap konfirmasi pembayaran bisa Anda lakukan secara langsung melalui nomor Hp
* Jika tidak ada no.Hp yang diberikan oleh website tersebut, cari emailnya
* pastikan Anda bisa berkomunikasi melalui email dengan orang tersebut secara lancar)


Jika Anda ingin mengikuti bisnis internet dengan modal yang minimal dan ingin hasil maksimal, lihatlah website dibawah. Mana yang akan menari perhatian Anda???
Yang kami suguhkan ke Anda disini bukanlah bisnis tipu-tipuan, tetapi disinilah bisnis internet paling murah dan paling terpercaya. telah banyak yang membuktikannya termasuk saya sendiri...

Pertama, ini adalah situs yang telah banyak orang memberi komentar positif dan telah membuktikannya dengan hasil yang maksimal.
http://www.formula-seksi.co.cc








Kedua, Anda bisa mengunjungi website ini dan memiliki website pribadi yang bisa Anda edit sesuka hati Anda.


http://www.isidompet.biz








Ketiga, Bisnis yang satu ini memang memiliki budget yang sangat rendah. siapapun bisa menggunakannya, mulai dari anak sekolah sampai orang tua. tidak mengganggu aktifitas sehari-hari.

http://www.bisnis-seksi.co.cc



1 Jun 2009

Hidup Yang Seperi Apa...

Terkadang hidup memang memusingkan. Harus hidup diantara semua kepalsuan, harus hidup diantara semua sandiwara-sandiwara mulai dari yang kecil sampai yang besar bahkan terlalu besar untuk dijadikan suatu resiko kehidupan.
Mungkin hidup adalah permainan orang-orang yang tidak terlalu peduli dengan kejujuran. Menganggap diri mereka benar tanpa “lecet” sedikitpun, menganggap kepetingan mereka lebih dari segala-galanya. Inilah hidup, siapa yang mau dirugikan dan siapa yang akan untung dalam hal ini. Segala pertimbangan untung-rugi, baik-buruk, iya-tidak, dan segalanya yang tidak akan membuat mereka menyesal.

Mengapa ada kehidupan…

Mengapa selalu saja manusia berbuat dosa…


Mengapa kita hanya bisa berjalan tidak sesuai dengan ingin kita…

Mengapa kita harus menuruti semua keinginan mereka yang sebenarnya hanyalah sesuatu yang tidak menguntungkan kita melainkan sesuatu yang membuat kita tersesat dikemudian hari…

Mengapa kita bisa hidup dengan dunia yang seperti itu…


Menghela nafas panjang untuk yang keseribu kalinyapun tidak akan melegakan pikiran kita kalau kita hanya beranggapan “ini hanya untuk mereka yang menginginkan aku begini, ini bukan inginku”
Kita manusia, punya akal dan pikiran. Punya hati dan perasaan. Punya keinginan dan harapan. Tetapi semua yang menjadi hak kita tidak bisa kita fungsikan sebagaimana mestinya. Akal dan pikiran kita hanya berdiri disatu tempat saja yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, kecuali mereka. Hati dan perasaan kita hanya berada pada titik tengah yang dihalangi oleh gumpalan-gumpalan hati yang sudah membeku. Dan keinginan dan harapan kita hanyalah sebatas kita mampu atau tidak berjalan dibawah batasan-batasan yang telah diberikan oleh mereka. Berusaha membuat kita menjadi budak mereka, dari yang satu sampai yang lainnya. Melarang segala yang ingin kita lakukan, melarang segala yang kita anggap itulah jalan kita. Dimata mereka, kita hanyalah sebutir pasir yang bila dihembus kearah kiri, maka kita akan kearah kiri tanpa melakukan pertentangan apapun. Kita hanya seonggok rumput yang selalu diinjak-injak dibawah kaki mereka. Padahal mereka tidak bisa melihat kegunaan pasir dan rumput tersebut lebih dari penting.

Pertanyaannya hanyalah, mampukah kamu menjadi dirimu sendiri pada situasi seperti itu? Apakah kamu akan diam saja, tetap mengerjakan apa yang telah diperintah oleh mereka walau hatimu sendiri tidak rela melakukannya dan hasilnya pun tidak diketahui apakah baik atau buruk, apakah untung atau rugi, bahkan kamu mengerjakan perintah dari mereka itu dengan hati yang sudah mendongkol, berharap hasilnya tidak akan menyenangkan hati mereka. Atau apakah kamu akan mencari jati dirimu sendiri, mencari apa sebenarnya yang kamu cari dan mencoba untuk mandiri, berdiri di kaki sendiri, tidak ingin mereka terlalu menyusahkan kamu dan kamupun tidak ingin menyusahkan mereka.
Mana yang akan kamu pilih dan apa yang akan kamu lakukan jika kamu berada pada situasi seperti itu???

18 Mei 2009

Perbedaan and Persamaan antara INYUNG n ELOW:
I. Fisik
INYUNG

• Warna belang-belang
• Ekor pendek buanget
• Mata gede
• Hidung setengah itam setengah lagi merah
• Kumis putih panjang
ELOW

• Warna kuning
• Ekor nggak begitu panjang nggak juga pendek
• Mata rada sipit
• Hidung merah
• Kumis putih, sedikit itam (tapi suka patah)

II. Jenis Kelamin
INYUNG Betina alias cewek alias wanita
ELOW Jantan alias cowok alias pria

III. Kebiasaan
INYUNG

• Cerewet
• Ngomel-ngomel nggak jelas
• Nyanyi-nyanyi dengan suaranya yang melengking
• Makan pengennya disuapin
• Pendiam kalo diajak jalan-jalan pake mobil
• Kalo difoto langsung pasang pose paling imut
• Kalo lapar pasti gigit-gigit jariku
ELOW

• Pendiam
• Suaranya ilang timbul
• Rada dewasa
• Kalo lehernya dielus-elus langsung pasrah
• Ribut kalo diajak jalan-jalan pake mobil ampe mulutnya keluar buih-buih
• Kalo difoto biasa aja
• Kalo lapar diam aja alias tidur

IV. Persamaan
• Sama-sama anaknya BOBOW
• Sama-sama suka main ampe rumah hancur berantakan
• Sama-sama lahir tanggal 12 November 2008
• Sama-sama suka nyusu ma BOBOW
• Sama-sama nggak suka digendong
• Sama-sama suka pake AC dari pada kipas angin
• Sama-sama disayang ma aku n codok

Yaaah... kira-kira begitulah secuil cerita tentang kucing kesayanganku itu. Mereka benar-benar kucing yg bandel. Nggak ada hari tanpa menghancurkan rumah. Apalagi kalo mereka laper, setiap pagi jam 7 pasti bangunin aku dengan cara mereka masing-masing. Kalo malam-malam mereka duluan tidur, ntar aku diganggu waktu aku baru mau tidur ampe aku susah mau tidur gara-gara dikerjain ma mereka.
Hmmmh... tapi no problem... aku sayang ma mereka n mama mereka yang bernama Bobow, walopun Bobow kurus tapi badannya berat banget lho. Gimana nggak berat, wong Bobow Cuma makan ikan tok tanpa nasi. Ampe bangkrut aku. Hahahaha...

1 Mei 2009

Susahnya Menjadi Romantis

Aku baru saja nonton serial film Indonesia yang judulnya “Susahnya Menjadi Romantis”. Awal ngeliat judulnya saja aku nggak begitu tertarik, tapi karena posisiku yang sedang jenuh dengan kesendirianku jadinya mau tak mau aku nonton juga dech. Hehehe....
Film itu menceritakan tentang pasangan yang sudah menjalin hubungan selama 1 tahun, dan tepat dihari itu juga sebenarnya adalah hari jadi mereka ditahun pertama.

Tari : Kamu dari tadi kemana sih, pasti ngorok lagi.
Elow : Eh... sayang... Kamu kok nggak ngomong-ngomong sih kalo mau datang kesini (sambil nyengir-nyengir + garuk-garuk kepalanya...)
Tari : Kamu ini bener-bener nggak sayang aku ya, sampe kamu lupa jemput aku...
Elow : Maaf sayang, aku ketiduran. Tapi sekarang aku udah bangun kok. Maaf ya...
Tari : Oke! Aku maafin kamu. Tapi sekarang aku tanya, hari ini hari apa?
Elow : Hari senin. Benerkan sayang?
Tari : Jadi kamu bener-bener nggak inget kalo hari ini hari jadian kita!!!
(Marah-marah trus pergi)

Elow hanya berusaha menahan Tari pergi.

Begitu sampe dirumah, Tari bareng sahabatnya yang tomboy (Lemonti) sedang mendiskusikan masalah Tari dan Elow yang nggak pernah ada akhirnya. Kemudian Lemonti mengemukakan idenya untuk pergi jalan-jalan ke Bali. Dia nggak Cuma ngusulin, tapi maksa Tari Harus ikut dia ke Bali untuk menghilangkan kesedihan sahabatnya itu.

Besoknya Tari and Lemonti sudah berada di Bali. Tiba-tiba Elow nelpon Lemonti karena selama ini Tari nggak mau ngangkat telponnya. Disela perdebatan antara Lemonti dan Elow itu, nggak sengaja Lemonti keceplosan ngomong kalo mereka lagi di Bali. Syok...!!!
Elow langsung mengajak temen dekatnya yang juga seorang wanita (Syifa). Elow rela ngebeliin tiket pulang pergi untuk Syifa demi mengejar Cintanya yang kabur ke Bali. Hehehe...

Nah... Si Tari dan Lemonti itu baru selesai ngantarin barang dikamar hotel tempat mereka. Trus Lemonti langsung narik tangan Tari buat hangout cowok-cowok cakep dan romantis di tepi pantai. Nggak beberapa lama sepasang sahabat itu ketawa-ketiwi nggak jelas sampe mereka ternyata nabrak orang gila.
Orang gila : Eh... Kekasihku akhirnya kamu datang juga... (sambil mendekat dan ingin memeluk Tari)

Lemonti : Kabur Tar...!!!

Mereka lari secepat mungkin karena ketakutan dengan orang stres yang mungkin ditinggal pacarnya (wkwkwkwkkk)...

Tari : Oups... (sambil tersengal-sengal menoleh kebelakangnya...)

Tari nggak peduli dengan siapa yang dia tabrak hingga menumpahkan air minum sosok cowok yang lumayan ganteng dibanding dengan Elow. Karena Tari merasa bersalah, dia refleks mengeluarkan uang Rp.10.000,- dan memberikannya pada cowok itu, melihat cowok itu cuma dia dan bengong, Tari menambah lagi uang Rp.10.000,- dan memberinya langsung ke tangan orang yang masi terbengong-bengong kagum dengan kecantikan Tari.

Tari... Tariii...

Tiba-tiba terdengar suara Lemonti yang manggil Tari dari tepi pantai. Karena orang gila tadi sudah tidak kelihatan sama sekali, Tari dan Lemonti boleh tenang dna bermain-main di pantai. Sesaat Tari melihat kearah cowok yang nggak sengaja ditabraknya tadi, eh... ternyata tu cowok masi memperhatikan Tari dengan uang Rp.10.000,- sebanyak 2 lembar yang ada digenggaman tangannya. Tari hanya melemparkan senyuman termanisnya ke tu orang. Lemonti melihat kesempatan yang sangat besar untuk membahagiakan sahabatnya itu.
Keesokan harinya, sewaktu Tari membuka pintu kamarnya, dia menemukan setangkai mawar putih tanpa nama sipengirim. Lemonti langsung senyam-senyum nggak jelas memberi tanda kalo dia setuju dengan orang yang memberi bunga itu. Tapi Tari bingung dan tidak terima begitu saja, dia lari ke receptionist hotel itu untuk menanyakan siapa yang udah ngasi bunga ini ke pintu kamarnya.

Receptionist : Ada apa mbak...?
Tari : Mbak, saya mau tanya yang ngasi bunga ini siapa, saya takut salah alamat.
Receptionist : Itu dari Pak Badai, pemilik hotel ini. Beliau menujukan kamar 108 yaitu kamar mbak.

Sedetik kemudian, Pak Badai muncul dibelakang Tari dan Lemonti. Tari kaget melihat sosok pria muda yang pernah ia temui sebelumnya di kota ini, Pak Badai, dia adalah orang yang ditabraknya waktu itu. Pak Badai hanya melempar senyum kemudian pergi. Tari masih bingung antara harus senang atau sedih mengingat hubungannya dengan Elow.

Lemonti dan Tari jalan-jalan sambil mencuci mata (mana tau ada yang sreeek...) Hahahah.... Tapi yang mereka temui malah Pak badai. Mereka duduk bertiga dan saling cerita tentang hal-hal yang konyol. Akhir dari pertemuan kali ini adalah Pak Badai dan Tari sepakat dinner ditempat yang sudah ditentukannya, tempat yang tidak romantis tapi nyaman.

Lemonti : Jadi gimana dinnernya tadi malam say?
Tari : Apaan sich... (sambil malu-malu gitu dech....)
Lemonti hanya menggoda-goda sahabatnya yang lagi kasmaran...
Lemonti : Gawat!!! Sembunyi!!!
Sambil bengong tari ngikutin saran dadakan Lemonti.
Tari : Loe kenapa sih, apanya yang gawat???
Lemonti : Liat dech siapa yang ada dimeja sana...
Tari sibuk mencari-cari siapa yang dimaksut oleh Lemonti...
!!! Kabur!!!

Karena suara Tari yang terlalu keras, Elow mendengar teriakan tari dan mengejar mereka.
Ternyata Elow dan Syifa sudah berada di Bali. Tapi Elow gagal mendapatkan Tari yang lari nggak tau kemana. Elow dan Syifa hanya terdiam dan berhenti mengejar.

Nggak berapa lama dari kejadian kejar-kejaran itu, Tari bertemu dengan Pak Badai di lobby hotel. Pak Badai sengaja menunggu Tari di lobby itu untuk mengajak Tari berlayar ketengah lautan. Tari menyetujuinya dan mereka pergi menggunakan ferry milik Pak Badai. Pergi ke tengah lautan dan menirukan adegan film Titanic, Tari sangat bahagia dan merasa senang.
Pak Badai : Aku tau kamu lagi ada masalah, karena aku melihat kamu sangat berbeda dari biasanya.
Tari : Oh... Nggak kok. Aku hanya lagi capek aja.

Yaaah,,, Pak Badai memang tidak percaya, tapi dia tidak mau mengemukakan ketidak percayaannya.

Tari : Oke, kita pulang yuk. Aku capek, pengen istirahat dikamar.
Pak Badai : Oke. Let’s go...!

Tari nggak tau harus senang dengan perlakuan Pak Badai atau harus takut kalo dia sebenarnya tidak menyukai Pak Badai dengan sungguh-sungguh.

Lemonti : Udah deh... kapan lagi loe dapat cowok di Bali, cakep, tajir lagi. Dan yang paling penting romantis seperti yang loe inginin. Udah ah,,, gw ngantuk. Tiduuuur!!!

Nggak sengaja Tari dan Lemonti ketemu dengan Elow dan Syifa disebuat cafe. Disana Tari nekat memutuskan hubungan dengan Elow. Tari berusaha kabur setelah menyatakan keinginannya. Tapi Elow menahannya, memohon untuk tidak mengakhiri hubungannya dan Elow janji untuk merubah semua kebiasaannya dan berusaha menjadi cowok yang romantis. Dengan terpaksa Tari memenuhi keinginan Elow dengan syarat hubungan ini akan berakhir kalo selama di Bali ini Elow sama sekali nggak bisa berubah.
Ternyata harapan Tari yang menginginkan Elow berubah hanya harapan belaka. Elow tidak berhasil menjadi romantis seperti yang ia inginkan. Seperti perjanjian, mereka putus dan Elow harus menerimanya.

Esok hari, kejadian seperti beberapa hari yang lalu terjadi lagi, setangkai bunga mawar putih didepan pintu kamar mereka, tapi kali ini beda. Setiap 3 meter ada setangkai mawar putih yang menunjukkan arah kemana orang dimaksut menunggu. Bunga terakhir diatas meja cokelat minimalis dan tidak jauh dari meja itu berdiri sosok pria dengan kemeja merah. (Silau meeeennnn...) Hahahaha,,,,

Pak Badai : “Bunga mawar putih melambangkan cinta yang sangat tulus kepada seseorang yang sangat pantas untuk dicintai”
Tari : ...
Pak Badai : “Aku sengaja mengatur moment ini untuk menyatakan perasaanku yang sudah aku yakini dalam hatiku, apakah kamu bersedia?”
Tari : ... (Cuma bisa bengong dan ngeliat kearah Lemonti yang menyarankan untuk jawab “Ya”...) Iya, aku mau...

Dengan perasaan yang nggak pasti, Tari mengiyakan ajakan Pak Badai menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Seharian mereka menghabiskan waktu bertiga dan Pak Badai berniat untuk mengajak Tari kerumahnya dan mengenalkan Tari dengan adiknya yang baru datang dari Jakarta.
Sampai dirumah Pak Badai mempersilahkan Tari duduk diruang tamu dan Pak Badai permisi kekamarnya. Tapi tiba-tiba cowok itu muncul dari pintu yang ada dihadapan Tari.

Elow : Hai Tari, ngapain loe disini? Loe pasti kangen dan ingin balikan ma gw kan?

Tari tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Sampe pada akhirnya Pak Badai muncul ditengah-tengah mereka.

Pak Badai : Eh... Kebetulan ada loe, gw mau nepatin janji gw ke loe.
Elow : Janji apaan?
Pak Badai : Janji kalo gw mau ngenalin cewek gw ke loe. Nih kenalin Tari cewek gw... (sambil menunjukkan Tari ke Elow)

Tari langsung menangis dan berusaha memberi pengertian ke Elow. Elow merasa dikhianati oleh kakaknya sendiri, jadi dia kabur dech... Dan Tari pun permisi dari rumah itu dengan tidak sopan. Kabur begitu saja.
Sebagai pria yang lebih dewasa dan merasa dia harus mengalah pada adik kesayangannya itu, Pak Badai berusaha menyelesaikan masalah ini dan rela melepaskan Tari demi Elow. Tari hanya bisa menangis dipangkuan sahabatnya yang selalu ada untuk Tari.

Lemonti : Ini salah gw dech Tar, gw yang maksain loe buat ikut gw ke Bali.
Tari : Gw nggak tau Mon, gw sayang banget ma Elow, gw nggak bisa ngelepasin Elow begitu aja...
Lemonti : Gw nggak tau perasaan loe begitu gede, kalo gw tau dari awal kejadiannya nggak bakal kayak gini.
Tari : Ini bukan salah loe juga Mon. Gw juga salah. Tapi Elow juga salah, kenapa dia nggak bisa ngertiin gw, selalu gw yang ngertiin dia. Gw capek...
Lemonti : Iya, gw tau itu. Tapi rasa sayang loe lebih besar dari pada itu, jadi mending loe balikan lagi deh ma Elow.
Tari : Temenin gw kerumah Elow ya...

Begitu Tari dan Lemonti sampe dirumah Elow dan menyampaikan penyesalan atas keputusan Tari kemaren, Elow malah nganggap Tari seperti orang lain yang tidak ia kenal. Melihat tingkah Elow yang sama sekali tidak mempedulikannya sama sekali, Tari pergi meninggalkan mereka semua.
Dikamar hotel, Lemonti berusaha menenangkan Tari yang nggak berhenti menangis terisak-isak. Tapi sesaat ponsel Tari berbunyi. Ternyata Pak Badai. Pak Badai menghubungi Tari untuk memberi tahu keadaan Elow yang lagi kritis dirumahnya. Tari dan Lemonti kembali lagi kerumah itu secepat kilat. Sambil menangis, Tari melihat sosok cowok yang ia sayangi terbaring lemah tak berdaya ditempat tidur serta kedua orang tuanya yang sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta untuk melihat keadaan anaknya yang seakan-akan tidak ada harapan hidup lagi, Tari berlari kedekat Elow.

Tari : Elow... Kamu kenapa sayang...? Kamu jangan tinggalkan aku, aku sayang banget ma kamu, aku akan terima kamu apa adanya, walaupun kamu lebih mementingkan ngorok kamu dibanding menjemput aku, walaupun kamu nggak bisa bersikap romantis ke aku, walaupun kamu sering nggak peduliin aku disaat aku butuhkan... Kamu harus bangun sayang... Aku nggak bisa hidup tanpa kamu...

Tapi tiba-tiba mata Elow terbuka lebar, dan Tari bingung melihat situasi seperti ini.

Pak Badai : Surprise...!!!
Mama Elow : Surprise Tari... Mama senang kamu balikan lagi sama Elow...
Tari : Jadi... Semua ini hanya untuk ngerjain aku???
Elow : Sayang,,, aku Cuma pengen bikin moment yang seperti ini. Jadi kita satu sama. Gimana?
Tari : Kamu jahaaat... (sambil mukul-mukul dan bersikap manja ke Elow...)

Huuuhhff... Akhirnya mereka bersatu lagi dan Elow secara sendirinya berubah menjadi lebih perhatian, lebih peduli dan sedikit lebih romantis dari sebelumnya.
Memang sich cinta bisa mengalahkan segalanya. Sekesal-kesalnya kita tapi kalo perasaan cinta itu lebih besar dan tulus, pasti kita bisa memaafkan orang yang berbuat salah ke kita. Tapi semuanya itu ada batasannya juga. Tapi moga aja kita semua bisa mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milik kita. Jadi buat orang-orang yang udah punya pasangan, berusahalah memahami pasangan kalian masing-masing dan berusahalah memeperhatikan dirinya seperti kita memperhatikan diri kita sendiri. Oke... Bubye....

5 Apr 2009

On The Way

Akhirnya tiba juga hari yang tidak kuinginkan. Sedih memang, tapi ada hal yang membuatku sedikit melupakan kesedihanku yaitu My Hun ikut mengantarkanku pulang ke kotaku. Bukan hanya sampai di bandara saja tapi juga sampai ke kota kecilku itu. Hihiii....
Dengan wajah yang tersenyum lebar selebar daun pisang, bahkan sampai melakukan hal-hal konyol berdua kami akhirnya menginjakan kaki di kota transit itu, Jakarta. Sambil menunggu penerbangan selanjutnya kami makan siang di salah satu fast food yang biasanya juga menjadi makanan favorite kami untuk delivery disaat hujan. Hehehe....
And wooow... so surprise.. banyak sekali orang-orang keren yang tiba-tiba muncul ditempat itu. You know gulz,,, para atletis yang rata-rata cewek berbadan tinggi and...ehhmmm... Mereka membuat pasanganku jealous, xixixii... walaupun pasanganku tau sebenarnya aku suka iseng aja disaat aku bilang aku suka “mereka”. Wqwqwqwq... jadi selama kita makan, kita jadi asyik ngebahas tentang orang-orang yang ada dihadapan kita, yaaa.... ada juga ngebahas tentang yang laen :D

Setelah selesai makan,kita duduk-duduk sebentar sambil ngerokok dan akhirnya kita kembali ke gate untuk mencari tau jadwal keberangkatan kita. Eh... ternyata delayed... cape deee... Kita sudah menunggu selama 3 jam malah di delay lagi...??? Seharusnya berangkatnya jam 19.30 wib jadi 21.30 wib. itu bukan waktu yang sebentar dalam hal menunggu. Akhirnya kita duduk-duduk lagi deh ditempat yang ada di luaran ruang tunggu itu sambil bermain laptop masing-masing untuk ngilangi jenuh menunggu. Tapi itupun cuma sebentar, secara kemampuan batrai laptop nggak segitu lamanya bisa menemani kita berdua.

L : “Trus kita ngapain Hun? Aku bosan...”
M : “Duduk disini aja, tapi aku pengen minum.”
L : “Ya udah deh... aku aja yang beli minumnya, kamu tunggu disini aja.”

Akhirnya aku beli minuman dingin yang ada dijual disalah satu cafe disana.

L : “Ini Hun, aku beli nescafe n C1000...”

Awalnya kita minum nescafe karena kalengnya gampang dibuka, terus kita mau minum C1000 nya...
M : “Hun, coba deh kamu buka botolnya, keras banget..”
L : “ih kamu,,, ini aja kok nggak bisa...”
“Hun... keras ya... hehehe”
M : “Trus gimana?”
L : sambil bercanda aku suruh dy minta tolong ma security yang ada disana.
“Coba kamu minta bukain tuh ma security yang disana”
M : “beneran ya...”

Dengan pedenya dia berjalan ke arah security itu. Aku nggak kuat menahan tawaku yang akhirnya meledak juga. Hahahahahaha....
Bayangin aja, dengan wajah polosnya meminta bantuan security untuk bukain botol C1000. seharusnya itu masuk TV dalam acara “tolooooong”. Hahahaha....
Benar-benar kenangan yang tak terlupakan.

Ya sudah dech,,, sepertinya sebentar lagi kita akan berangkat lagi. Dan semua yang terjadi apalagi hal-hal konyol itu memang menjadi kenangan yang paling lucu dan bisa membuat aku tertawa sendiri... (dah kayak orang gila aje....) hehehe...

25 Jan 2009

Alone At Night

Aku mulai untuk mencurahkan perasaanku lagi malam ini padamu blog. Aku nggak bisa tidur dan pikiranku kacau. Sambil sekali-kali memandang tidurnya, aku ingin sekali berada disampingnya seperti malam-malam biasanya. Bahkan aku ingin ada dalam pelukannya dan menciumi pipi, kening, hidung dan bibirnya. Tapi sepertinya dia kecapekan dan harus istirahat. Yah... karena ini memang waktunya istirahat. Sudah pukul 04.15 WIB di jam laptopkku.


...I can’t stand up once again, i make it through the rain...

Itulah sepotong lagu yang sedang kudengarkan dari Mariah Carey yang judulnya Through The Rain. Aku suka sekali dengan lagu itu sejak aku SMA, tapi aku sudah sangat lama tidak mendengarkannya. Baru kali ini aku bisa mendengarkannya lagi.


Aku rindu kucingku Bobow. Miss u so much much much more Bobow. Oh God... i’m very sadly... i want to meet with My Bobow...... Aku sangat merindukannya.


Btw,,, lagunya BCL yang judulnya Yang Lalu Biarlah Berlalu sedih banget euy... hikz... hikz... Tapi pikiranku hanya tertuju ke Bobow dan sosok orang yang kusayangi yang ada dihadapanku saat ini. Sedang tertidur pulas dengan bantal diatas mukanya. Sampai aku pun tidak bisa menatap wajahnya. “kenapa harus ditutup seperti itu sih sayang... aku jadi tidak bisa melihat wajahmu... L”. Aku hanya lagi fallin down. Lagi pengen diperhatikan dan pengen dimanja. Mungkin aku orang yang terlalu cengeng dan over egois. Ingin semua orang mengerti aku tanpa aku harus mengerti orang lain.


“Sayang... malam ini aku ada bersamamu. Tapi kenapa aku merasakan aku jauh darimu. Sepertinya aku tetap sendiri seperti biasanya tanpa ada kamu. Apa kamu tidak ingin membelai rambutku, mengelus pipiku dan memanja-manjakan aku, aku disini tidak selamanya sayang... tidakkah kamu mau memanfaatkan setiap detik waktu bersamaku...”


Aku ingin Bobow. Aku ingin Bobow. Aku ingin Bobow.


Oh God, help me. Bagaimana bisa aku bertemu dan mencium Bobow saat ini juga. Aku benar-benar merindukannya. Apalagi disaat-saat aku fallin down seperti ini. Bobow......... hikz hikz..... “bobow rindu aku nggak ya...”

Yang aku harapkan hanya sosok yang aku sayangi saat ini untuk menemaniku. Tapi dia baru selesai sakit kemaren sore. Jadi mana mungkin aku banguni dia dan memintanya untuk menemaniku. Aku hanya bisa ditemani oleh laptop dan headsetku serta lagu-lagu melow yang membuat aku semakin sedih dan semakin merasa sendiri. Hanya itu yang bisa menemaniku tanpa mengganggu tidurnya. Padahal tidak seharusnya aku menitikkan air mata karena itu semua.

Oke... aku akan berhenti mengetik pagi ini. Tapi aku lanjut dengan ‘Game Hidden’ku biar aku nggak kesepian. Bye all...


By : LoVa

Date : 2009 Jan 24 / 05.00 WIB