Aku baru saja nonton serial film Indonesia yang judulnya “Susahnya Menjadi Romantis”. Awal ngeliat judulnya saja aku nggak begitu tertarik, tapi karena posisiku yang sedang jenuh dengan kesendirianku jadinya mau tak mau aku nonton juga dech. Hehehe....
Film itu menceritakan tentang pasangan yang sudah menjalin hubungan selama 1 tahun, dan tepat dihari itu juga sebenarnya adalah hari jadi mereka ditahun pertama.
Tari : Kamu dari tadi kemana sih, pasti ngorok lagi.
Elow : Eh... sayang... Kamu kok nggak ngomong-ngomong sih kalo mau datang kesini
(sambil nyengir-nyengir + garuk-garuk kepalanya...)Tari : Kamu ini bener-bener nggak sayang aku ya, sampe kamu lupa jemput aku...
Elow : Maaf sayang, aku ketiduran. Tapi sekarang aku udah bangun kok. Maaf ya...
Tari : Oke! Aku maafin kamu. Tapi sekarang aku tanya, hari ini hari apa?
Elow : Hari senin. Benerkan sayang?
Tari : Jadi kamu bener-bener nggak inget kalo hari ini hari jadian kita!!!
(Marah-marah trus pergi)Elow hanya berusaha menahan Tari pergi.
Begitu sampe dirumah, Tari bareng sahabatnya yang tomboy (Lemonti) sedang mendiskusikan masalah Tari dan Elow yang nggak pernah ada akhirnya. Kemudian Lemonti mengemukakan idenya untuk pergi jalan-jalan ke Bali. Dia nggak Cuma ngusulin, tapi maksa Tari Harus ikut dia ke Bali untuk menghilangkan kesedihan sahabatnya itu.
Besoknya Tari and Lemonti sudah berada di Bali. Tiba-tiba Elow nelpon Lemonti karena selama ini Tari nggak mau ngangkat telponnya. Disela perdebatan antara Lemonti dan Elow itu, nggak sengaja Lemonti keceplosan ngomong kalo mereka lagi di Bali. Syok...!!!
Elow langsung mengajak temen dekatnya yang juga seorang wanita (Syifa). Elow rela ngebeliin tiket pulang pergi untuk Syifa demi mengejar Cintanya yang kabur ke Bali. Hehehe...
Nah... Si Tari dan Lemonti itu baru selesai ngantarin barang dikamar hotel tempat mereka. Trus Lemonti langsung narik tangan Tari buat hangout cowok-cowok cakep dan romantis di tepi pantai. Nggak beberapa lama sepasang sahabat itu ketawa-ketiwi nggak jelas sampe mereka ternyata nabrak orang gila.
Orang gila : Eh... Kekasihku akhirnya kamu datang juga... (sambil mendekat dan ingin memeluk Tari)
Lemonti : Kabur Tar...!!!
Mereka lari secepat mungkin karena ketakutan dengan orang stres yang mungkin ditinggal pacarnya (wkwkwkwkkk)...
Tari : Oups... (
sambil tersengal-sengal menoleh kebelakangnya...)
Tari nggak peduli dengan siapa yang dia tabrak hingga menumpahkan air minum sosok cowok yang lumayan ganteng dibanding dengan Elow. Karena Tari merasa bersalah, dia refleks mengeluarkan uang Rp.10.000,- dan memberikannya pada cowok itu, melihat cowok itu cuma dia dan bengong, Tari menambah lagi uang Rp.10.000,- dan memberinya langsung ke tangan orang yang masi terbengong-bengong kagum dengan kecantikan Tari.
Tari... Tariii...
Tiba-tiba terdengar suara Lemonti yang manggil Tari dari tepi pantai. Karena orang gila tadi sudah tidak kelihatan sama sekali, Tari dan Lemonti boleh tenang dna bermain-main di pantai. Sesaat Tari melihat kearah cowok yang nggak sengaja ditabraknya tadi, eh... ternyata tu cowok masi memperhatikan Tari dengan uang Rp.10.000,- sebanyak 2 lembar yang ada digenggaman tangannya. Tari hanya melemparkan senyuman termanisnya ke tu orang. Lemonti melihat kesempatan yang sangat besar untuk membahagiakan sahabatnya itu.
Keesokan harinya, sewaktu Tari membuka pintu kamarnya, dia menemukan setangkai mawar putih tanpa nama sipengirim. Lemonti langsung senyam-senyum nggak jelas memberi tanda kalo dia setuju dengan orang yang memberi bunga itu. Tapi Tari bingung dan tidak terima begitu saja, dia lari ke receptionist hotel itu untuk menanyakan siapa yang udah ngasi bunga ini ke pintu kamarnya.
Receptionist : Ada apa mbak...?
Tari : Mbak, saya mau tanya yang ngasi bunga ini siapa, saya takut salah alamat.
Receptionist : Itu dari Pak Badai, pemilik hotel ini. Beliau menujukan kamar 108 yaitu kamar mbak.
Sedetik kemudian, Pak Badai muncul dibelakang Tari dan Lemonti. Tari kaget melihat sosok pria muda yang pernah ia temui sebelumnya di kota ini, Pak Badai, dia adalah orang yang ditabraknya waktu itu. Pak Badai hanya melempar senyum kemudian pergi. Tari masih bingung antara harus senang atau sedih mengingat hubungannya dengan Elow.
Lemonti dan Tari jalan-jalan sambil mencuci mata (mana tau ada yang sreeek...) Hahahah.... Tapi yang mereka temui malah Pak badai. Mereka duduk bertiga dan saling cerita tentang hal-hal yang konyol. Akhir dari pertemuan kali ini adalah Pak Badai dan Tari sepakat dinner ditempat yang sudah ditentukannya, tempat yang tidak romantis tapi nyaman.
Lemonti : Jadi gimana dinnernya tadi malam say?
Tari : Apaan sich... (sambil malu-malu gitu dech....)
Lemonti hanya menggoda-goda sahabatnya yang lagi kasmaran...Lemonti : Gawat!!! Sembunyi!!!
Sambil bengong tari ngikutin saran dadakan Lemonti.Tari : Loe kenapa sih, apanya yang gawat???
Lemonti : Liat dech siapa yang ada dimeja sana...
Tari sibuk mencari-cari siapa yang dimaksut oleh Lemonti...
!!! Kabur!!!
Karena suara Tari yang terlalu keras, Elow mendengar teriakan tari dan mengejar mereka.
Ternyata Elow dan Syifa sudah berada di Bali. Tapi Elow gagal mendapatkan Tari yang lari nggak tau kemana. Elow dan Syifa hanya terdiam dan berhenti mengejar.
Nggak berapa lama dari kejadian kejar-kejaran itu, Tari bertemu dengan Pak Badai di lobby hotel. Pak Badai sengaja menunggu Tari di lobby itu untuk mengajak Tari berlayar ketengah lautan. Tari menyetujuinya dan mereka pergi menggunakan ferry milik Pak Badai. Pergi ke tengah lautan dan menirukan adegan film Titanic, Tari sangat bahagia dan merasa senang.
Pak Badai : Aku tau kamu lagi ada masalah, karena aku melihat kamu sangat berbeda dari biasanya.
Tari : Oh... Nggak kok. Aku hanya lagi capek aja.
Yaaah,,, Pak Badai memang tidak percaya, tapi dia tidak mau mengemukakan ketidak percayaannya.
Tari : Oke, kita pulang yuk. Aku capek, pengen istirahat dikamar.
Pak Badai : Oke. Let’s go...!
Tari nggak tau harus senang dengan perlakuan Pak Badai atau harus takut kalo dia sebenarnya tidak menyukai Pak Badai dengan sungguh-sungguh.
Lemonti : Udah deh... kapan lagi loe dapat cowok di Bali, cakep, tajir lagi. Dan yang paling penting romantis seperti yang loe inginin. Udah ah,,, gw ngantuk. Tiduuuur!!!
Nggak sengaja Tari dan Lemonti ketemu dengan Elow dan Syifa disebuat cafe. Disana Tari nekat memutuskan hubungan dengan Elow. Tari berusaha kabur setelah menyatakan keinginannya. Tapi Elow menahannya, memohon untuk tidak mengakhiri hubungannya dan Elow janji untuk merubah semua kebiasaannya dan berusaha menjadi cowok yang romantis. Dengan terpaksa Tari memenuhi keinginan Elow dengan syarat hubungan ini akan berakhir kalo selama di Bali ini Elow sama sekali nggak bisa berubah.
Ternyata harapan Tari yang menginginkan Elow berubah hanya harapan belaka. Elow tidak berhasil menjadi romantis seperti yang ia inginkan. Seperti perjanjian, mereka putus dan Elow harus menerimanya.
Esok hari, kejadian seperti beberapa hari yang lalu terjadi lagi, setangkai bunga mawar putih didepan pintu kamar mereka, tapi kali ini beda. Setiap 3 meter ada setangkai mawar putih yang menunjukkan arah kemana orang dimaksut menunggu. Bunga terakhir diatas meja cokelat minimalis dan tidak jauh dari meja itu berdiri sosok pria dengan kemeja merah. (Silau meeeennnn...) Hahahaha,,,,
Pak Badai : “Bunga mawar putih melambangkan cinta yang sangat tulus kepada seseorang yang sangat pantas untuk dicintai”
Tari : ...
Pak Badai : “Aku sengaja mengatur moment ini untuk menyatakan perasaanku yang sudah aku yakini dalam hatiku, apakah kamu bersedia?”
Tari : ... (
Cuma bisa bengong dan ngeliat kearah Lemonti yang menyarankan untuk jawab “Ya”...) Iya, aku mau...
Dengan perasaan yang nggak pasti, Tari mengiyakan ajakan Pak Badai menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Seharian mereka menghabiskan waktu bertiga dan Pak Badai berniat untuk mengajak Tari kerumahnya dan mengenalkan Tari dengan adiknya yang baru datang dari Jakarta.
Sampai dirumah Pak Badai mempersilahkan Tari duduk diruang tamu dan Pak Badai permisi kekamarnya. Tapi tiba-tiba cowok itu muncul dari pintu yang ada dihadapan Tari.
Elow : Hai Tari, ngapain loe disini? Loe pasti kangen dan ingin balikan ma gw kan?
Tari tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Sampe pada akhirnya Pak Badai muncul ditengah-tengah mereka.
Pak Badai : Eh... Kebetulan ada loe, gw mau nepatin janji gw ke loe.
Elow : Janji apaan?
Pak Badai : Janji kalo gw mau ngenalin cewek gw ke loe. Nih kenalin Tari cewek gw... (
sambil menunjukkan Tari ke Elow)
Tari langsung menangis dan berusaha memberi pengertian ke Elow. Elow merasa dikhianati oleh kakaknya sendiri, jadi dia kabur dech... Dan Tari pun permisi dari rumah itu dengan tidak sopan. Kabur begitu saja.
Sebagai pria yang lebih dewasa dan merasa dia harus mengalah pada adik kesayangannya itu, Pak Badai berusaha menyelesaikan masalah ini dan rela melepaskan Tari demi Elow. Tari hanya bisa menangis dipangkuan sahabatnya yang selalu ada untuk Tari.
Lemonti : Ini salah gw dech Tar, gw yang maksain loe buat ikut gw ke Bali.
Tari : Gw nggak tau Mon, gw sayang banget ma Elow, gw nggak bisa ngelepasin Elow begitu aja...
Lemonti : Gw nggak tau perasaan loe begitu gede, kalo gw tau dari awal kejadiannya nggak bakal kayak gini.
Tari : Ini bukan salah loe juga Mon. Gw juga salah. Tapi Elow juga salah, kenapa dia nggak bisa ngertiin gw, selalu gw yang ngertiin dia. Gw capek...
Lemonti : Iya, gw tau itu. Tapi rasa sayang loe lebih besar dari pada itu, jadi mending loe balikan lagi deh ma Elow.
Tari : Temenin gw kerumah Elow ya...
Begitu Tari dan Lemonti sampe dirumah Elow dan menyampaikan penyesalan atas keputusan Tari kemaren, Elow malah nganggap Tari seperti orang lain yang tidak ia kenal. Melihat tingkah Elow yang sama sekali tidak mempedulikannya sama sekali, Tari pergi meninggalkan mereka semua.
Dikamar hotel, Lemonti berusaha menenangkan Tari yang nggak berhenti menangis terisak-isak. Tapi sesaat ponsel Tari berbunyi. Ternyata Pak Badai. Pak Badai menghubungi Tari untuk memberi tahu keadaan Elow yang lagi kritis dirumahnya. Tari dan Lemonti kembali lagi kerumah itu secepat kilat. Sambil menangis, Tari melihat sosok cowok yang ia sayangi terbaring lemah tak berdaya ditempat tidur serta kedua orang tuanya yang sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta untuk melihat keadaan anaknya yang seakan-akan tidak ada harapan hidup lagi, Tari berlari kedekat Elow.
Tari : Elow... Kamu kenapa sayang...? Kamu jangan tinggalkan aku, aku sayang banget ma kamu, aku akan terima kamu apa adanya, walaupun kamu lebih mementingkan ngorok kamu dibanding menjemput aku, walaupun kamu nggak bisa bersikap romantis ke aku, walaupun kamu sering nggak peduliin aku disaat aku butuhkan... Kamu harus bangun sayang... Aku nggak bisa hidup tanpa kamu...
Tapi tiba-tiba mata Elow terbuka lebar, dan Tari bingung melihat situasi seperti ini.
Pak Badai : Surprise...!!!
Mama Elow : Surprise Tari... Mama senang kamu balikan lagi sama Elow...
Tari : Jadi... Semua ini hanya untuk ngerjain aku???
Elow : Sayang,,, aku Cuma pengen bikin moment yang seperti ini. Jadi kita satu sama. Gimana?
Tari : Kamu jahaaat... (
sambil mukul-mukul dan bersikap manja ke Elow...)
Huuuhhff... Akhirnya mereka bersatu lagi dan Elow secara sendirinya berubah menjadi lebih perhatian, lebih peduli dan sedikit lebih romantis dari sebelumnya.
Memang sich cinta bisa mengalahkan segalanya. Sekesal-kesalnya kita tapi kalo perasaan cinta itu lebih besar dan tulus, pasti kita bisa memaafkan orang yang berbuat salah ke kita. Tapi semuanya itu ada batasannya juga. Tapi moga aja kita semua bisa mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milik kita. Jadi buat orang-orang yang udah punya pasangan, berusahalah memahami pasangan kalian masing-masing dan berusahalah memeperhatikan dirinya seperti kita memperhatikan diri kita sendiri. Oke... Bubye....